Padang(SUMBAR)Padang Terkini-Instalasi Pengolahan Air Gunung Pangilun mengalami kerusakan pascabencana sehingga memerlukan perbaikan menyeluruh.
Accelerator merupakan bagian penting dari instalasi pengolahan karena menggabungkan proses koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi untuk memisahkan lumpur serta material lain dari air baku.
Kerusakan komponen tersebut dapat mengurangi kemampuan instalasi dalam menangani peningkatan kekeruhan.
Selain fasilitas itu, optimalisasi juga dilakukan terhadap Intake Kampung Koto dan Intake Lubuk Peraku. Langkah tersebut dibutuhkan agar kemampuan pengambilan dan pengolahan air baku dapat kembali menunjang pelayanan pelanggan secara maksimal.
“Intake dan beberapa infrastruktur lain yang terdampak masih dalam proses pemulihan dan optimalisasi. Termasuk Intake Lubuk Peraku, yang saat ini juga sedang kita optimalkan agar dapat menunjang peningkatan pelayanan,” kata Hendra.
Menurut dia, kombinasi tingginya kekeruhan air baku dan kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih membuat beban instalasi pengolahan meningkat. Perusahaan harus menyesuaikan kapasitas produksi dan melakukan pengolahan secara lebih hati-hati agar kualitas air tetap terjaga.
“Petugas kami tetap bekerja maksimal. Dalam kondisi seperti ini, yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana kualitas produk tetap terjaga dan pelayanan kepada pelanggan terus berjalan,” ujarnya.
Pemulihan infrastruktur pascabencana mendapatkan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dengan nilai sekitar Rp82 miliar. Perumda Air Minum Kota Padang tidak menjadi pelaksana utama, tetapi mendampingi proses pemetaan kebutuhan dan fasilitas yang terdampa
“Perumda hanya bertindak sebagai pendamping dalam pemetaan kegiatan. Pekerjaan dilaksanakan Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Dukungan ini diarahkan untuk pemulihan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan serta produk pascabencana,” kata Hendra.
Mengenai pengelolaan dan pengendalian sampah yang turut dipersoalkan GMMP, Hendra menegaskan keterlibatan Perumda Air Minum terbatas pada pemungutan iuran berdasarkan penugasan Pemerintah Kota Padang.
“Perumda Air Minum hanya membantu pemungutan iuran sampah sebagaimana mandat Pemerintah Kota Padang. Operator teknis pengangkutan, pengelolaan, dan pengendalian sampah berada di Dinas Lingkungan Hidup. Hasil pungutannya langsung disetorkan ke rekening DLH Kota Padang,” ujarnya.
Hendra berharap masyarakat dapat bersabar selama proses pemulihan dan optimalisasi berlangsung. Seluruh tim teknis, kata dia, masih bekerja agar infrastruktur yang terdampak kembali berfungsi optimal dan mutu pelayanan dapat ditingkatkan.
“Kami memahami keluhan masyarakat. Seluruh tim masih bekerja maksimal agar infrastruktur pascabencana kembali berfungsi optimal, kualitas air semakin baik, dan pelayanan kepada pelanggan terus meningkat. Kami berharap masyarakat dapat bersabar selama proses pemulihan ini,” tutup Hendra.
#red
