Padang(SUMBAR)Padang Terkini-Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah III resmi memulai pengerjaan rehabilitasi jalan provinsi pada ruas Jalan Matur – Palembayan (Ruas 080), Kabupaten Agam. Proyek bertajuk Penyelenggaraan Jalan Provinsi ini menyerap alokasi anggaran sebesar Rp4.703.439.476,00 yang bersumber dari TKD 2026.
Pekerjaan fisik senilai Rp 4,7 miliar tersebut mempercayakan PT Melayu Riau sebagai kontraktor pelaksana, dengan pengawasan teknis dari PT Indo Desain Nusantara selaku konsultan supervisi. Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, masa pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari kalender terhitung sejak tanggal kontrak 29 Juli 2026.
Kehadiran proyek rehabilitasi ini disambut hangat serta mendatangkan manfaat besar bagi masyarakat setempat. Jalur Matur–Palembayan selama ini menjadi urat nadi pergerakan ekonomi, akses pertanian, dan mobilitas harian warga. Kondisi medan jalan yang rawan genangan air, timbunan lumpur, serta potensi longsor saat musim hujan kini mulai ditangani secara bertahap menggunakan alat berat di lapangan. Perbaikan infrastruktur ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh, meningkatkan keselamatan berkendara, serta mempermudah distribusi hasil bumi warga Kecamatan Matur dan Palembayan menuju pusat perekonomian.
Keberhasilan penanganan titik rawan pada ruas jalan ini tidak lepas dari peran aktif dan dedikasi Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah III Dinas BMCKTR Sumbar, Febie Yandra, ST, M.Si, beserta seluruh tim jajaran di lapangan. Komitmen dan keterlibatan Febie, dalam merespon cepat kebutuhan infrastruktur di wilayah Kabupaten Agam dan sekitarnya mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat. "Kami juga berterimah kasih kepada Kepala Dinas BMCKTR Armizoprades,ST dan Kabid Bina Marga Elfian Ibrahim,ST, MT yang telah mengawasi dan mendukung kegiatan ini,"ungkap Febie.
Di bawah kepemimpinan dan instruksi Febie, tim UPTD Wilayah III terus melakukan pemantauan ketat terhadap jalannya pengerjaan fisik di lapangan. Pengawasan ketat yang diterapkan memastikan pihak kontraktor pelaksana dan konsultan supervisi bekerja secara profesional, presisi, serta taat pada spesifikasi teknis dan standar mutu yang telah ditetapkan.
#red
.jpg)