Pasaman Barat(SUMBAR)Padang Terkini - Proyek pembangunan penahan tebing Sungai Batang Pasaman di Kampung Pasir Tampang, Jorong Pasir Bintungan, Nagari Aia Gadang Barat, Kabupaten Pasaman Barat senilai Rp6,8 miliar terus berlangsung dan mendapat dukungan penuh dari Kepala Dinas SDA BK Sumbar serta Sekretaris Rahmad Yuhendra,ST dan apresiasi dari masyarakat setempat.

Proyek dengan nilai kontrak Rp 6.892.345.577 yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat ini dikelola oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumbar. Pelaksana pekerjaan adalah CV. Arfan Nafisha Pratama dengan CV. Jasa Insani Konsultan sebagai konsultan pengawas.

Konsultan pengawas proyek penahan tebing Jembatan Batang Pasaman, Arif kepada media ini, Jumat (16/10) mengatakan, proyek tersebut dilaksanakan selama 114 hari kerja.

Untuk spesifikasi material, pasangan batu koporan berkisar antara 300 kg - 400 kg, sedangkan untuk pasangan batu fondasi bagian bawah sekitar 500 kg - 650 kg.

"Untuk panjang pasangan batu lebih kurang 130 meter berdasarkan MC-0. Batu yang dipasang minimal 300 kg. Sementara untuk bobot timbunan tanggal per 16 Oktober 2026 masih 14.232 m3, target kita dalam minggu ini bisa mencapai 16.334 kubik," ucap Arif.

Arif menambahkan, selama pengerjaan proyek, kontraktor sudah memenuhi standar spesifikasi yang tertuang dalam perencanaan teknis dan RAB.

"Selama ini pekerjaan sudah sesuai spek dan RAB, semoga ke depannya mereka komit hingga pelaksanaan proyek selesai," ujarnya.

Sementara itu, pelaksana proyek, Hen mengatakan pihaknya berkomitmen melaksanakan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan akan selesai di akhir tahun 2026.

"Insyaallah, kita berkomitmen akan menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kita akan bekerja sesuai prosedur dan aturan teknis serta memberikan yang terbaik demi keamanan masyarakat sekitar," jelasnya.

Dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Thamrin mengatakan, keberadaan bangunan penahan tebing diharapkan dapat mengurangi risiko longsor, abrasi tebing sungai, dan ancaman banjir saat debit air meningkat.

Menurutnya, penahan tebing sangat diharapkan mampu memberikan perlindungan lebih baik bagi kawasan yang selama ini menghadapi ancaman akibat kondisi sungai, terutama ketika curah hujan tinggi.

"Selama ini ketika hujan turun, masyarakat kami, khususnya yang bermukim di sepanjang aliran sungai, selalu merasa was-was serta khawatir akibat dampak dari runtuhan tebing atau abrasi akibat derasnya debit air yang melanda tebing sungai. Maka dari itu kami berharap proyek tersebut dapat diselesaikan dengan baik, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh warga dalam jangka panjang," pungkas Thamrin.




#red

#nasional

#nkri

#kementerianpu