Informasi tersebut belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran, karena masih membutuhkan verifikasi dan penjelasan dari pihak rumah sakit. Untuk mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang, sejumlah jurnalis yang tergabung dalam ASANTARA (Asosiasi Media Online Nusantara) melakukan penelusuran langsung ke RSUP Dr. M. Djamil Padang, Rabu (23/9).

Salah satu titik konfirmasi diarahkan kepada Instalasi Gizi, sebagai unit yang disebut berkaitan dengan penggunaan air yang dipasok pihak ketiga. Wartawan menemui Kepala Instalasi Gizi RSUP Dr. M. Djamil Padang, Rita Arni, S.KM., M.Gz., Rd, di ruang kerjanya.

Rita menyambut kedatangan wartawan. Namun, ia menjelaskan bahwa pemberian keterangan kepada media harus mengikuti prosedur internal rumah sakit dan dilakukan melalui Bagian Humas.

"Maaf, SOP rumah sakit melarang saya menyampaikan keterangan langsung kepada media, kecuali didampingi humas," ujar Rita.

Rita kemudian berkomunikasi dengan Katherina Welong, Manajer Umum sekaligus Plt. Humas RSUP Dr. M. Djamil Padang. Setelah komunikasi tersebut, wartawan diarahkan untuk menyampaikan permintaan informasi melalui Bagian Humas.

Di ruang Humas, wartawan ditemui Fairuz Syauqi, staf foto. Ia menjelaskan bahwa pejabat Humas, Rizki Rasyidi, sedang berada di luar kantor.

Fairuz kemudian menghubungi Rizki melalui sambungan telepon. Dalam komunikasi tersebut, Rizki meminta agar pertanyaan wartawan disampaikan secara tertulis. Langkah itu, menurutnya, diperlukan agar Bagian Humas dapat menghimpun jawaban dari unit atau pejabat terkait.

Permintaan tersebut kemudian ditindaklanjuti. Darmen Rajo Alam, mewakili jurnalis yang tergabung dalam ASANTARA, mengirimkan lima pertanyaan konfirmasi melalui WhatsApp kepada Rizki Rasyidi pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 15.20 WIB.

Lima pertanyaan tersebut mencakup mekanisme pengadaan, proses penetapan penyedia, pelaksanaan uji fungsi oleh Instalasi Gizi, proses serah terima hasil pengadaan, serta langkah evaluasi dan klarifikasi pihak rumah sakit.

Namun hingga Kamis (24/9/2026) pukul 10.05 WIB, jawaban resmi atas pertanyaan tersebut belum diterima oleh wartawan.

Satu Pintu

Sementara itu, Katherina Welong ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon kembali menegaskan bahwa informasi kepada media disampaikan melalui satu pintu, yakni Bagian Humas.

"Jadi Bapak tidak bisa langsung ke ruangan nanti ya, informasi disampaikan satu pintu melalui humas," kata Katherina.

Mengenai belum disampaikannya jawaban atas konfirmasi tertulis yang telah dikirim sehari sebelumnya, Katherina menyatakan bahwa Bagian Humas masih mempersiapkan jawaban, termasuk menentukan narasumber yang berkompeten memberikan keterangan.

"Tentu disiapkan dulu siapa-siapa narasumbernya, nanti biar humas yang menyampaikan," ujarnya.

Persoalan yang menjadi sorotan kini masih berada pada tahap penelusuran dan konfirmasi. Karena itu, informasi mengenai dugaan pengarahan penyedia, belum dilaksanakannya uji fungsi, maupun persoalan administrasi serah terima belum dapat dipastikan kebenarannya sebelum adanya penjelasan resmi dan dokumen pendukung dari pihak RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Bagi publik, transparansi proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dari tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan. Terlebih, setiap proses pengadaan menggunakan anggaran dan berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat.

ASANTARA menilai ruang klarifikasi tetap penting diberikan kepada pihak rumah sakit agar seluruh informasi yang berkembang dapat ditempatkan secara proporsional. Dengan demikian, pemberitaan tidak berhenti pada dugaan, tetapi dapat menghadirkan fakta, penjelasan pihak terkait, serta informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Hingga berita ini ditayangkan, RSUP Dr. M. Djamil Padang melalui Bagian Humas belum memberikan jawaban substantif atas lima pertanyaan konfirmasi yang telah disampaikan. Redaksi tetap membuka ruang bagi pihak rumah sakit untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan resmi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.




#timasantara

#nasional

#nkri

#kementeriankesehatan

#timasantara

 
Top