Padang(SUMBAR)Padang Terkini-Rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun (IPA GP) milik Perumda Air Minum Kota Padang kini memasuki tahap akhir atau finishing. Pekerjaan terus dikebut dengan fokus pada penyelesaian sejumlah bagian teknis sekaligus pemeriksaan menyeluruh sebelum instalasi kembali dioperasikan secara optimal.
Tahapan ini menjadi bagian penting dalam rangka memastikan seluruh komponen yang telah direhabilitasi benar-benar berada dalam kondisi siap digunakan. Petugas di lapangan masih melakukan penyempurnaan pekerjaan, pengecekan, serta memastikan tidak terdapat kendala teknis yang dapat mengganggu proses pengoperasian instalasi.
Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan bahwa proses rehabilitasi tersebut merupakan pekerjaan teknis yang membutuhkan ketelitian. Karena itu, pengoperasian kembali tidak semata-mata dilakukan berdasarkan selesainya pekerjaan fisik, tetapi harus melalui pemeriksaan dan pengujian untuk memastikan sistem dapat berjalan dengan aman dan baik.
Direktur Operasional Perumda Air Minum Kota Padang, Afrizal Kuning, mengatakan pihaknya memahami bahwa proses rehabilitasi IPA Gunung Pangilun berdampak terhadap pelayanan air bersih yang diterima sebagian pelanggan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius perusahaan. Namun, seluruh tahapan pekerjaan tetap harus dilaksanakan secara hati-hati agar ketika sistem kembali dijalankan, tidak menimbulkan persoalan baru yang justru dapat mengganggu pelayanan pelanggan.
“Kami memahami kondisi ini tidak mudah bagi pelanggan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian pelayanan air setiap hari. Karena itu, kami terus mengawal pekerjaan di lapangan agar setiap tahapan dapat diselesaikan dengan baik. Kami tidak ingin terburu-buru mengoperasikan instalasi sebelum seluruh aspek teknis benar-benar dipastikan siap,” ujar Afrizal Kuning.
Ia menjelaskan, tahap finishing bukan berarti pekerjaan telah selesai sepenuhnya. Masih terdapat sejumlah proses pemeriksaan dan penyempurnaan yang harus dilakukan sebelum sistem dapat difungsikan secara normal.
Afrizal menegaskan, keselamatan sistem, kualitas pengolahan, serta kontinuitas pelayanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan waktu pengoperasian kembali.
“Target kita tentu secepatnya kembali memberikan pelayanan secara optimal. Namun, yang paling penting adalah memastikan seluruh sistem bekerja sebagaimana mestinya. Jika hasil pengecekan menunjukkan tidak ada kendala teknis, khususnya pada bagian accelerator, maka fasilitas tersebut ditargetkan sudah dapat digunakan pada Rabu, 23 September 2026,” katanya.
#rls
