Jakarta(SUMBAR)Padang Terkini-.Dunia pers Indonesia kembali mencatat sejarah baru di penghujung tahun 2026. Telah lahir satu organisasi pers baru di Indonesia dengan nama DPN Aliansi Media Pers Nusantara (ASANTARA)

Kabar baik ini membawa angin segar bagi seluruh insan pers Tanah Air, di tengah dinamika dan tantangan industri media yang semakin kompleks, mulai dari disrupsi digital, persaingan platform, hingga isu kesejahteraan jurnalis dan maraknya kriminalisasi terhadap wartawan di lapangan.

Organisasi pers yang mengusung semangat kebersamaan Nusantara ini resmi dideklarasikan dan siap menjadi rumah besar bagi para jurnalis dan pemilik media dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote.

Lahirnya ASANTARA bukan sekadar menambah daftar organisasi pers di Indonesia, tetapi hadir dengan semangat baru, gagasan baru, dan komitmen kuat untuk mengembalikan marwah pers sebagai pilar keempat demokrasi yang bermartabat, independen, dan profesional.

Drs. H. MARLIS, MM, C.Med. DIDAULAT SEBAGAI KETUA UMUM

Dalam musyawarah pembentukan awal yang berlangsung penuh kekeluargaan dan demokratis, Drs. H. Marlis, MM, C.Med.didaulat dan dipercaya sebagai Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Media Pers Nusantara (ASANTARA) periode pertama.

Penunjukan Drs. H. Marlis, MM, C.Med. sebagai nakhoda pertama ASANTARA dinilai sangat tepat dan representatif. Rekam jejak dan pengalaman beliau di dunia media, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, serta keahliannya sebagai Mediator Bersertifikat (C.Med.) menjadi modal besar untuk memimpin organisasi pers yang besar dan majemuk ini.

Sosok Drs. H. Marlis dikenal sebagai figur yang low profile, tegas, berintegritas, dan memiliki jaringan luas di kalangan pers, pemerintahan, aparat penegak hukum, serta tokoh masyarakat. Kepemimpinan beliau diharapkan mampu membawa ASANTARA menjadi organisasi yang solid, disegani, dan menjadi rujukan bagi insan pers di seluruh Indonesia.

Para deklarator dan pendiri ASANTARA sepakat, di bawah kepemimpinan Drs. H. Marlis, ASANTARA akan tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya besar secara kuantitas anggota, tetapi juga berkualitas secara karya jurnalistik dan advokasi.

LATAR BELAKANG LAHIRNYA ASANTARA

Gagasan lahirnya Aliansi Media Pers Nusantara (ASANTARA) bermula dari kegelisahan bersama sejumlah pemilik media dan wartawan senior di berbagai daerah terhadap kondisi pers nasional saat ini.

Banyaknya persoalan yang dihadapi insan pers, mulai dari belum meratanya kesejahteraan wartawan, minimnya perlindungan hukum, sulitnya akses Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi wartawan daerah, hingga persaingan usaha media yang tidak sehat, menjadi pemicu utama lahirnya wadah baru ini.

ASANTARA hadir untuk menjawab kegelisahan tersebut. Dengan semangat persatuan, ASANTARA ingin menyatukan semua potensi media, baik media cetak yang sudah puluhan tahun eksis, media online yang tumbuh pesat, media televisi lokal, maupun radio komunitas, dalam satu atap kebersamaan.

Nama "Nusantara" dipilih bukan tanpa alasan. Nusantara melambangkan kebhinekaan, persatuan dalam keberagaman, dan semangat menjaga keutuhan NKRI melalui karya-karya jurnalistik yang mencerdaskan, mempersatukan, dan membangun optimisme bangsa.

VISI MISI ASANTARA DI BAWAH KEPEMIMPINAN DRS. H. MARLIS

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Drs. H. Marlis, MM,C.Med., ASANTARA berkomitmen untuk menjadi organisasi pers yang berdaulat, bermartabat, dan berintegritas dengan empat pilar utama perjuangan:

1. Independen, Profesional dan Berintegritas:

ASANTARA berkomitmen penuh menjunjung tinggi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), serta menolak segala bentuk intervensi yang dapat mengganggu independensi pers. Setiap anggota ASANTARA wajib bekerja secara profesional, berimbang, dan mengedepankan kepentingan publik.

2. Fokus Advokasi dan Perlindungan Hukum:

Ini menjadi program prioritas utama. ASANTARA akan menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan hukum dan advokasi bagi wartawan yang mengalami kriminalisasi, intimidasi, kekerasan, dan upaya pembungkaman saat menjalankan tugas jurnalistik. ASANTARA akan membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers ASANTARA yang siap mendampingi anggota di seluruh Indonesia.

3. Peningkatan SDM Pers dan Kesejahteraan:

ASANTARA akan aktif menggelar pendidikan dan pelatihan jurnalistik berkelanjutan, mulai dari jurnalistik dasar, jurnalistik investigasi, jurnalistik digital, manajemen media, hingga Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang terjangkau dan merata hingga ke daerah-daerah. Selain peningkatan kapasitas, ASANTARA juga akan memperjuangkan kesejahteraan jurnalis melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk program perumahan wartawan, jaminan kesehatan, dan kemitraan usaha.

4. Pemersatu Media Nusantara:

Menjadi wadah silaturahmi dan pemersatu bagi semua jenis media, baik cetak, online, TV, dan radio tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan golongan. ASANTARA menolak pengkotak-kotakan organisasi pers. Bagi ASANTARA, semua insan pers adalah keluarga besar yang harus saling menguatkan.

PERAN STRATEGIS ASANTARA UNTUK BANGSA

Kehadiran ASANTARA di bawah komando Drs. H. Marlis diharapkan mampu memperkuat peran pers sebagai pilar keempat demokrasi yang kritis, konstruktif, dan dipercaya publik. Pers yang tidak hanya pandai mengkritik, tetapi juga memberikan solusi dan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan rakyat.

Selain itu, ASANTARA juga akan memperjuangkan keberlangsungan usaha pers di tengah tantangan disrupsi digital dan persaingan industri media yang semakin ketat. Banyak media lokal yang gulung tikar karena kalah bersaing dengan platform digital raksasa. ASANTARA akan hadir memberikan pendampingan bisnis media agar tetap sehat dan mandiri.

Dengan mengusung tagline resmi "Pers Bersatu, Nusantara Maju" ASANTARA terbuka untuk seluruh insan pers Indonesia yang memiliki legalitas yang jelas, badan hukum media yang sah, dan berkomitmen menjaga marwah pers Indonesia.

Para penggagas berharap, ASANTARA dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan Dewan Pers, organisasi pers lainnya seperti PWI, AJI, KJI, IJTI, SMSI, JMSI, dan lainnya, serta dengan pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh stakeholder untuk menciptakan iklim pers nasional yang sehat, bermartabat, dan profesional.

Kehadiran ASANTARA diharapkan menjadi oase baru yang menyejukkan dunia pers Indonesia, bukan menjadi pemecah belah.

SUSUNAN PENGURUS SEGERA DIUMUMKAN

Terkait struktur organisasi, susunan lengkap kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASANTARA periode pertama, termasuk Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, dan ketua-ketua bidang, akan segera diumumkan secara resmi kepada publik dalam waktu dekat melalui konferensi pers nasional.

Saat ini, tim formatur di bawah pimpinan Drs. H. Marlis, MM,C.Med. sedang melakukan finalisasi penyusunan kepengurusan yang mengakomodir perwakilan dari berbagai daerah dan platform media di seluruh Indonesia.

Pendaftaran anggota ASANTARA juga akan segera dibuka untuk seluruh Indonesia, baik untuk keanggotaan media maupun perorangan (wartawan).

Selamat dan Sukses atas Lahirnya Aliansi Media Pers Nusantara (ASANTARA) di bawah Kepemimpinan Ketua Umum Drs. H. Marlis, MM, C.Med. Semoga Amanah, Jaya, dan Menjadi Rumah Besar Pers Indonesia.



#teamdpnasantara


Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top