Kabid Pendidikan Madrasah Tan Gusli didampingi Kepala MAN 1 Kota Padang, Afrizal,S.Ag, memasang secara simbolis atribut tanda peserta Diksistar angkatan III kepada siswa. Arie St Malin Mudo

Padang(SUMBAR)Padang Terkini – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Padang kembali memperkuat program Kelas Taruna melalui Pendidikan Siswa Taruna (Diksistar) Angkatan III Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mengusung semangat “Maju, Bermutu dan Mendunia”, kegiatan Diksistar berlangsung selama empat hari, 24-27 Agustus 2026, di Bumi Perkemahan ABG Park, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Diksistar Angkatan III diikuti sebanyak 67 siswa Taruna kelas X yang menjalani pendidikan basis awal serta siswa Taruna kelas XI yang mengikuti basis lanjutan. Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pendampingan dari siswa Taruna kelas XII dan pembinaan dari lima personel Kodim 0312/Padang.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Tan Gusli, yang sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara.

Kepala MAN 1 Kota Padang, Afrizal, mengatakan Diksistar merupakan bagian integral dari pembinaan terpadu Kelas Taruna. Program ini dirancang untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus membangun ketahanan fisik, mental, kedisiplinan dan kepemimpinan siswa.

“Kami ingin siswa Taruna MAN 1 Padang dapat menjadi garis terdepan yang menjadi cerminan keunggulan madrasah,” ungkap Afrizal.

Ia menjelaskan, Kelas Taruna diproyeksikan untuk mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri.

Untuk mendukung target tersebut, siswa dibekali kemampuan bahasa asing, meliputi bahasa Inggris dan bahasa Arab, serta penguasaan teknologi.

Pada Angkatan III, MAN 1 Kota Padang melakukan penyesuaian skema Kelas Taruna. Jika sebelumnya terdapat dua konsentrasi, yakni Taruna British yang berorientasi pada perguruan tinggi umum dan Taruna Arabian yang diarahkan untuk studi ke Timur Tengah, kini kedua jalur tersebut dilebur menjadi satu.

Dengan penyatuan tersebut, seluruh siswa Taruna mendapatkan pembekalan yang lebih komprehensif melalui penguatan bahasa Inggris, bahasa Arab dan teknologi secara simultan.

“Program kelas taruna ini jangan sampai patah di tengah jalan, dan harus didukung oleh semua pendidik dan tenaga kependidikan,” tegas Afrizal.

Program Kelas Taruna MAN 1 Kota Padang sendiri pertama kali diinisiasi pada tahun ajaran 2024/2025 sebagai salah satu inovasi prioritas madrasah.

Untuk menjadi bagian dari Kelas Taruna, calon siswa harus melewati proses seleksi yang mencakup kemampuan matematika, kebahasaan serta literasi teknologi.

Sementara dalam Diksistar, peserta mendapatkan berbagai materi dan aktivitas yang diarahkan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, ketahanan fisik dan mental hingga wawasan kebangsaan.

Kolaborasi dengan Kodim 0312/Padang menjadi bagian penting dalam proses pembinaan tersebut. Selama empat hari, siswa digembleng melalui berbagai latihan dan kegiatan yang diharapkan mampu menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, keberanian serta jiwa kepemimpinan.

Afrizal menegaskan, tujuan akhir program bukan sekadar mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat, berakhlak mulia dan siap bersaing di tingkat global.

“Kami ingin lulusan MAN 1 Padang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi dunia global,” pungkas Afrizal penuh optimisme.

Sementara itu, dalam arahannya, Kabid Penmad Tan Gusli menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat, terutama di tengah perkembangan teknologi dan era digital.

“Kita sedang menghadapi dunia yang cepat berubah, era digital di mana informasi tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Ini penuh dengan tantangan. Kita harus siap. Madrasah sudah mempersiapkan itu semua,” kata Tan Gusli.

Menurutnya, pendidikan di madrasah tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Penguatan karakter dan akhlakul karimah harus menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tangguh.

Ia pun meminta seluruh peserta mengikuti Diksistar dengan sungguh-sungguh agar kegiatan tersebut mampu menjadi sarana penempaan diri.

“Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Sehingga usai mengikuti Diksistar, kalian kuat secara fisik, mental, dan spiritual. Kegiatan Diksistar ini adalah persiapan untuk menjadi pemimpin masa depan, Indonesia Maju, Indonesia Emas," mengakhiri. 


#boy

#nkri

#nasional

#kementerianagama

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top